Hakekat Filsafat Administrasi yang dihubungkan dengan teori X, Y, Z dan teori favorit
Pada
hakekatnya filsafat administrasi mengarahkan pada suatu kegiatan secara terus
menerus untuk menuju tercapainya suatu tujuan bersama serta mampu untuk
mengendalikan sumber daya beserta tindakan pemanfaatannya yang sesuai dengan peraturan-peraturan dan
rencana yang telah ditentukan.Untuk menyusun rencana agar hasilnya sesuai
dengan yang diinginkan maka dibuatlah kelompok-kelompok yang saling bekerja
sama atau yang biasa disebut organisasi, dimana didalam organisasi tersebut
terdiri dari pemimpin dan staf-stafnya. Dalam mencapai tujuan administrasi
seorang pemimpin dihadapkan pada berbagai masalah, contohnya seperti : tingkah
laku karyawan yang malas,tidak teliti,tidak produktif dan tidak jujur dalam
bekerja sehingga dapat menghambat tujuan tersebut.
Melihat
banyaknya permasalahan yang timbul seorang pemimpin dituntut untuk bisa
menyelesaikan semua permasalahan dengan kemampuan yang dimilikinya. Seorang
pemimpin diharapkan mampu menyusun strategi dan mengambil keputusan dengan
bijak sehingga permasalahan dapat terselesaikan dengan baik. Untuk menanggapai
adanya masalah ataupun penyakit dalam administrasi tersebut, seorang peminpin
harus mampu menerapkan gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi dan kondisi,
dimana terdapat tiga gaya kepemimpinan yaitu otoriter,demokratis dan liberal.
Gaya otoriter yaitu pada intinya bersifat satu arah, adanya sangsi, dan
bersifat memaksa, gaya demokratis yaitu setiap mengabil keputusan seorang
pemimpin melibatkan bawahan bersifat musawarah, gaya liberal yaitu bersifat bebas, pemimpin cenderung
melimpahkan wewenang sepenuhnya kepada bawahan, keputusan lebih banyak dibuat
oleh bawahan.
Ada tiga
teori yang menggambarkan karakter yang dimilki seorang
manusia yaitu teori x , y , dan z. Penjelasannya sebagai berikut :
Teori x
Di dalam
suatu organisasi para pekerja pada umumnya berusaha bekerja sedikit mungkin, mereka tidak mempunyai ambisi untuk maju, tidak memiliki gairah untuk menemukan cara kerja yang lebih baik, mereka pada umumnya kurang pandai, bekerja secara pasif, senang menghasut, senang menipu diri sendiri, para pekerja melakukan pekerjaan dengan mengutamakan imbalan materi, bekerja hanya berdasarkan perintah, tidak pernah dapat mengemukakan gagasan baru, sering tidak masuk kerja dengan berbagai alasan yang dicari-cari,
senang memberikan laporan yang
tidak sesuai dengan kenyataan.
Maka pengarahan yang
seharusnya dilakukan adalah bersifatkeras, hukuman banyak dilakukan terhadap pelanggaran, pengontrolan
harus dilakukan secara ketat, dilakukan cara memimpin yang otoriter,
sentralistis, tindakan tegas. Hanya dengan jalan ini organisasi
dapat berjalan kearah pencapaian tujuan walaupun dengan susah payah.
Teori Y
Di dalam
organisasi para pekerja pada
umumnya senang bekerja, mereka merasakan kerjas
ebagai hobi, bekerja dengan penuh
keaktifan , rasa tanggung jawab yang
besar, rajin disiplin , penuh rasa pengabdian, ada
gairah untuk
maju, selalu berusaha menemukan cara kerja yang lebih baik, banyak gagasan baru
dianjukan,
para pekerja lebih senang
mengarahkan diri sendiri, mengontrol diri
sendiri,
sehingga pengarahan yang dilakukan lebih bersifat mengikuti, pengontrolan longgar, cara memimpin
demokratis , banyak pelimpahan wewenang, banyak mengikut sertakan bawahan dalam mengambil keputusan.
Teori Z
Pola umum masa jabatan yang panjang, berulang kali tegas melakukan pemeriksaan, keseimbangan antara pemakaian system informasi manejemen modern, formal, menejemen berdasarkan sasaran, serta teknik kuantitatif lainnya dan
penilaian pokok personal didasarkan pengalaman, dan tidak hanya data relevan yang dengan segera
Output
dari kopetensi ini mencetak seorang Leader yang senantiasa harus bisa
menghadapi semua masalah yang ada dalam suatu organisasi tersebut. Selain itu perlu melakukan pengarahan yang dilakukan
lebih bersifat memotivasi, pengontrolan, pengawasan, cara memimpin demokratis,
banyak mengikut sertakan bawahan dalam mengambil keputusan.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar